Artikel tentang Hukum Acara Perdata

Setiap orang wajib menaati atau mematuhi peraturan hukum yang telah ditetapkan. Akan tetapi, dalam hubungan hukum yang terjadi, mungkin timbul suatu keadaan bahwa pihak yang satu tidak mematuhi kewajibannya terhadap pihak lain sehingga pihak yang lain itu dirugikan haknya, mungkin juga terjadi tanpa suatu alasan hak seseorang yang dirugikan oleh perbuatan orang lain. Untuk mempertahankan hak dan memenuhi kewajiban seperti yang telah diatur dalam hukum perdata, orang tidak boleh bertindak semaunya saja dan tidak boleh menghakimi sendiri (arbitary action), tetapi ia harus bertindak berdasarkan peraturan hukum yang telah ditetapkan atau diatur dalam undang-undang. Apalagi, jika pihak yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan sendiri tuntutannya secara damai, dia dapat meminta bantuan penyelesaian melalui pengadilan. cara penyelesaian sengketa melalui pengadilan diatur dalam hukum acara perdata (civil procedural law).

Kata “acara” disini berarti proses penyelesaian perkara melalui pengadilan. Tujuannya adalah untuk memulihkan hak seseorang yang terganggu atau dirugikan oleh pihak lain, mengembalikan keadaan seperti semula sebelum terjadi gangguan atau kerugian agar peraturan¬† hukum perdata dipatuhi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Secara fungsional dapat dirumuskan bahwa hukum acara perdata adalah peraturan hukum yang berfungsi untuk mempertahankan berlakunya hukum perdata sebagaimana mestinya. Karena penyelesaian perkara diminta melalui pengadilan, hukum acara perdata dirumuskan sebagai peraturan hukum yang mengatur proses penyelesaian perkara perdata melalui pengadilan, sejak diajukan gugatan sampai dengan pelaksanaan putusan pengadilan.

Peraturan hukum acara perdata mengatur bagaimana cara pihak yang dirugikan mengajukan perkaranya kepengadilan, bagaimana cara pihak nyang digugat mempertahankan diri, bagaimana pengadilan bertindak terhadap pihak-pihak yang berperkara, bagaimana pengadilan memeriksa dan memutuskan perkara sehingga dapat diselesaikan secara adil, dan bagaimana cara melaksanakan putusan pengadilan. dengan demikian, hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam hukum perdata diperoleh dan dipenuhi sebagaimana mestinya.

Wirjono Prodjodikoro merumuskan :

“Hukum acara perdata adalah rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan dimuka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak, semuanya itu untuk melaksanakan peraturan hukum perdata”

karena ada peraturan hukum acara perdata, orang dapat memulihkan haknya yang telah dirugikan atau terganggu melauli pengadilan dan berusaha menghindarkan diri dari tindakan menghakimi sendiri. Penyelesaian perkara melalui pengadilan menciptakan kepastian hukum tentang haknya yang harus dihormati oelh setiap orang, misalnya, hak sebagai ahli waris, hak sebagai pemilik barang , atau hak sebagai penghuni rumah yang sah, kepastian hukum demikian diharpkan menimbulkan ketentraman dan suasana damai dalam hidup bermasyarakat. Hukum acara perdata dapat juga disebut hukum perdata formal (formal civil law) karena mengatur tentang proses penyelesaian perkara melalui pengadilan yang secara formal diakui sah menurut undang-undang, Hukum acara perdata mempertahankan berlakunya hukum perdata agar hak dan kewajiban pihak-pihak diperoleh dan dipenuhi sebagaimana mestinya.

dikutip dari buku Prof, Abdulkadir Muhammad, SH (Hukum Acara Perdata Indonesia)

About these ads

2 Responses to Artikel tentang Hukum Acara Perdata

  1. van mengatakan:

    terimakasih atas infonya ya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: